Buah delima sangat kaya dengan sodium dan mengandung unsur- unsur nutrisi seperti riboflavin, tiamin, niasin, vitamin C, kalsium dan fosforus. Kandungan Zat protein dan lemak hanya sedikit saja. Oleh sebab iitu, buah delima juga disarankan sebagai makanan penyeimbang sempurna dari kelas buah- buahan.
JENIS BUAH DELIMA
Ada tiga macam delima, yaitu:
- Delima Putih
- Delima Merah
- Delima Ungu
KANDUNGAN KIMIA
Kandungan
analisis bagian buah delima yang dapat dimakan di India menunjukkan
komposisi per 100 gram sebagai berikut:
air 78 g,
protein 1,6 g,
lemak
0,1 g,
karbohidrat 14,5 g,
serat 5,1 g,
dan mineral 0,7 g.
Analisis lain
menunjukkan suatu kandungan gula inversi mencapai
20%, yang 5-10 % -nya
berupa glukosa,
asam sitrat (05-3,5%),
asam borat,
dan vitamin C (4 mg/ 100 g).
Zat pewarna kuning pada kulit buah delima adalah asam galotanat.
Kandungan tanin tertinggi ada pada kulit akar (28%), tetapi kulit
buahnya yang kering juga mengandung banyak tanin (sampai 26%). Alkaloid
di dalam kulit batangnya termasuk ke dalam kelompok piridina.
Berdasarkan
penelitian, kulit buah delima putih mengandung zat samak sebanyak 25-28
persen dan lendir sebanyak 30 persen. Pada berbagai kulit akar, batang,
dan buahnya mengandung tonikum. Pada kulit akarnya terdapat kandungan
berbagai alkaloida seperti
pelletierine,
pseudoiso,
dan
methyl-pelletierine.
Kulit
buah mengandung :
alkaloid pelletierene,
granatin,
betulic
acid,
ursolic acid,
isoquercitrin,
elligatanin, r
esin,
triterpenoid,
kalsium oksalat,
dan pati.
Kulit akar dan kulit kayu :
mengandung sekitar 20% elligatanin dan 0,5–1% senyawa alkaloid, antara lain :
alkaloid
pelletierine (C8H14N0),
pseudopelletierine (C9H15N0),
metilpelletierine
(C8H14NO.CH3),
isopelletierine (C8H15N0),
dan metilisopellettierine
(C9H1,N0).
Daun mengandung :
alkaloid,
tanin,
kalsium oksalat,
lemak,
sulfur,
peroksidase.
Jus buah mengandung :
asam sitrat,
asam malat,
glukosa,
fruktosa,
maltosa,
vitamin (A, C),
mineral (kalsium, fosfor,
zat besi, magnesium, natrium, dan kalium),
dan tanin.
Alkaloid
pelletierine sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita,
cacing gelang, dan cacing keremi. Kulit buah dan kulit kayu juga
astringen kuat sehingga digunakan untuk pengobatan diare.
No comments:
Post a Comment